Malam itu kami sekeluarga pergi ke kota. Niatnya mau beli obat untuk mengobati sakit mata. Sampai di suatu tempat ada orang habis ambil uang di ATM baru sadar kalau ATM-nya tertelan setelah keluar ruangan. Saya sempat berpikir apa ATM-nya rusak? Pak satpam memberi informasi untuk ibu tersebut. Datanglah besok pagi untuk mengambil ATM yang tertelan. Alhamdulillah di ATM yang satu bisa digunakan.
Sampai di masjid kami sholat Maghrib terlebih dahulu. Beli obat mata, lihat VCD bagus jadi beli juga. Perjalanan pulang selanjutnya. Mau beli apa lagi ya? Akhirnya berhenti di sebuah toko. Kami beli telur, kecap, bedak, dan si kecil minta susu. Termasuk saya beli batu baterai buat jam dinding di rumah (ruang belakang) yang sudah lama mati. Harganya 5.900 (berarti 1.500 per buahnya) kemahalan ndak ya? Batu baterai tetap saya beli. Sampai di kasir dihitung, dibayar, kembalian. Saya tidak sadar kalau tidak dapat struk. Setelah keluar toko saya lihat struk-nya (istri yang minta ke dalam) lho kok harganya beda? Saya penasaran, masuk kembali ke toko menanyakan harga tersebut. Ternyata harga yang tertulis di label rak berbeda. Itu harga lama dan belum diganti, demikian informasinya dari kasir. Kasir minta maaf, sayapun mengiyakan.
Saya punya kesimpulan awal, hati-hati dalam berbelanja. Bisa jadi harga sengaja mamang dibuat berbeda, atau ditambahkan, termasuk di toko lain ada kemungkinan juga. Ya buat pengalaman.
Minggu, 16 Januari 2011
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)











0 komentar:
Poskan Komentar