<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2957709777341544480</id><updated>2011-10-17T05:32:02.027-07:00</updated><category term='Islam'/><category term='Pendidikan'/><category term='Cerita'/><category term='Daftar Nilai'/><category term='Renungan'/><category term='Foto'/><title type='text'>Ayah Jundi dan Fadhil</title><subtitle type='html'>Berusaha jadi Ayah yang baik ...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ayah Jundi dan Fadhil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14713542733122094567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Su-4c7uGtzI/AAAAAAAAAAY/95QOhx0p3T8/S220/Picture0001.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2957709777341544480.post-4054913761230116270</id><published>2011-01-17T19:24:00.000-08:00</published><updated>2011-01-17T19:41:59.158-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Kebohongan</title><content type='html'>Kata "kebohongan" sepertinya lagi dibicarakan banyak orang. Terlepas benar atau salahnya apa yang mereka katakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bohong adalah pernyataan yang salah dibuat oleh seseorang dengan tujuan pendengar percaya. Fiksi meskipun salah, tetapi bukan bohong. Orang yang berbicara bohong dan terutama orang yang mempunyai kebiasaan berbohong disebut pembohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis antara kebohongan dan kebenaran sangatlah tipis. Sebuah contoh: jika seorang tetangga saya menyatakan bahwa ia merupakan keturunan Tsar Rusia; Nikolai II, maka bisa dikatakan ia berbohong. Kebohongannya bisa dibuktikan dengan sebuah penelitian DNA, dan selain itu kita semua tahu bahwa Tsar Nikolai II beserta keluarganya sudah dibantai habis oleh kaum komunis. Namun jika ia berkata bahwa ia masih keturunan Rusia, mungkin saja ia benar. Siapa tahu nenek moyangnya memang benar ada yang berasal dari Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sebuah kebohongan ada pula unsur kesengajaan. Jika seseorang berkata bahwa ia merupakan seorang profesor padahal bukan, maka ia sengaja melakukannya untuk pamer. Hal ini merupakan sebuah kebohongan. Namun jika seorang anggota CIA berkata bahwa Osama bin Laden menurut data-datanya berada di Pakistan, padahal tidak, maka ini namanya kesalahan dan bukan kebohongan. Kecuali ia melakukannya dengan sengaja sebagai sebuah siasat, maka namanya adalah taktik disinformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bohong"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Bohong&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mau jujur sebagai makhluk pribadi/individu, kita sepetinya juga sering bohong. Berbohong pada diri sendiri, berbohong pada hati nurani. Sebagai orang tua kita tanpa disadari juga pernah bohong sama suami/istri termasuk anak-anak. Sebagai seorang pegawai, karyawan, majikan, bos, bisa jadi kita pernah berbohong juga dengan atasan, pimpinan, pembantu, bawahan. Sebagai makhluk soaial kita juga mungkin pernah berbohong dengan orang lain, teman kerja, tetangga, bahkan saudara atau orang tua kita sendiri. Yang pasti kita tidak bisa berbohong dengan Yang Maha Tahu, Allah SWT. Allah pasti tahu apa yang sudah, akan, dan sedang kita lakukan. Allah juga akan meminta pertanggungjawaban dari apa yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua sadar dari kebohongan yang kita lakukan, dan berusaha dengan sekuat tenaga untuk tidak mengulanginya lagi. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957709777341544480-4054913761230116270?l=ayahjundifadhil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/feeds/4054913761230116270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2011/01/kebohongan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/4054913761230116270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/4054913761230116270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2011/01/kebohongan.html' title='Kebohongan'/><author><name>Ayah Jundi dan Fadhil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14713542733122094567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Su-4c7uGtzI/AAAAAAAAAAY/95QOhx0p3T8/S220/Picture0001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2957709777341544480.post-8725453867810468364</id><published>2011-01-16T06:19:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T06:54:49.252-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Hati-Hati</title><content type='html'>Malam itu kami sekeluarga pergi ke kota. Niatnya mau beli obat untuk mengobati sakit mata. Sampai di suatu tempat ada orang habis ambil uang di ATM baru sadar kalau ATM-nya tertelan setelah keluar ruangan. Saya sempat berpikir apa ATM-nya rusak? Pak satpam memberi informasi untuk ibu tersebut. Datanglah besok pagi untuk mengambil ATM yang tertelan. Alhamdulillah di ATM yang satu bisa digunakan.&lt;br /&gt;Sampai di masjid kami sholat Maghrib terlebih dahulu. Beli obat mata, lihat VCD bagus jadi beli juga. Perjalanan pulang selanjutnya. Mau beli apa lagi ya? Akhirnya berhenti di sebuah toko. Kami beli telur, kecap, bedak, dan si kecil minta susu. Termasuk saya beli batu baterai buat jam dinding di rumah (ruang belakang) yang sudah lama mati. Harganya 5.900 (berarti 1.500 per buahnya) kemahalan ndak ya? Batu baterai tetap saya beli. Sampai di kasir dihitung, dibayar, kembalian. Saya tidak sadar kalau tidak dapat struk. Setelah keluar toko saya lihat struk-nya (istri yang minta ke dalam) lho kok harganya beda? Saya penasaran, masuk kembali ke toko menanyakan harga tersebut. Ternyata harga yang tertulis di label rak berbeda. Itu harga lama dan belum diganti, demikian informasinya dari kasir. Kasir minta maaf, sayapun mengiyakan.&lt;br /&gt;Saya punya kesimpulan awal, hati-hati dalam berbelanja. Bisa jadi harga sengaja mamang dibuat berbeda, atau ditambahkan, termasuk di toko lain ada kemungkinan juga. Ya buat pengalaman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957709777341544480-8725453867810468364?l=ayahjundifadhil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/feeds/8725453867810468364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2011/01/hati-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/8725453867810468364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/8725453867810468364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2011/01/hati-hati.html' title='Hati-Hati'/><author><name>Ayah Jundi dan Fadhil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14713542733122094567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Su-4c7uGtzI/AAAAAAAAAAY/95QOhx0p3T8/S220/Picture0001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2957709777341544480.post-720739908535092326</id><published>2011-01-15T02:22:00.000-08:00</published><updated>2011-01-15T03:48:02.153-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daftar Nilai'/><title type='text'>Daftar Nilai 2010/2011</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/document/cVMOBu__/UAS_GASAL.html"&gt;UAS Gasal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/document/IvYop74S/UTS_GASAL.html"&gt;UTS Gasal&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957709777341544480-720739908535092326?l=ayahjundifadhil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/feeds/720739908535092326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2011/01/uas-gasal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/720739908535092326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/720739908535092326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2011/01/uas-gasal.html' title='Daftar Nilai 2010/2011'/><author><name>Ayah Jundi dan Fadhil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14713542733122094567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Su-4c7uGtzI/AAAAAAAAAAY/95QOhx0p3T8/S220/Picture0001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2957709777341544480.post-2908257975968779985</id><published>2010-05-06T18:51:00.000-07:00</published><updated>2010-05-06T18:55:49.239-07:00</updated><title type='text'>RAIH PRESTASI DENGAN KEJUJURAN</title><content type='html'>Oleh Bambang pada 2/16/10 • Rubrik Berita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) dan Ujian Nasional (UN) memerlukan komitmen dan tanggungjawab bersama. Dalam kontek ini prestasi dan kejujuran adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Berprestasi tanpa ada kejujuran adalah sia-sia, sedangkan kejujuran tanpa prestasi adalah suatu kemunduran. Jika ada pemerintah daerah yang menargetkan tingkat kelulusannya 90% itu bagus dan sah-sah saja, tetapi yang tidak boleh dilupakan dalam mencapai target itu harus sesuai dengan kejujuran. Jika kejujuran sudah hilang, angka-angka atau nilai itu tidak bermakna karena merupakan nilai semu. Sehingga peta pendidikan yang diperoleh juga semu.  Demikian pesan Muhammad Nuh Menteri Pendidikan Nasional dalam rapat koordinasi penyelenggaraan UASBN dan UN di Jakarta (12/02/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat koordinasi ini dihadiri oleh seluruh ketua penyelenggara UASBN dan UN tingkat provinsi, pejabat eselon II dan III di lingkungan Balitbang Kementerian Pendidikan Nasional, Ketua, Sekretaris dan anggota BSNP. Sebagai agenda utama adalah penandatanganan nota kesepahaman tentang dana penyelenggaraan UASBN dan UN. Menurut Mendiknas prinsip kejujuran harus dipegang teguh dalam kondisi apapun. “Mohon dipengang betul prinsip kejujuran ini dan jangan dikorbankan dalam kondisi apapun. Kalau ruh kejujuran hilang, angka-angka atau nilai itu tidak bermakna”, ungkap mantan Rektor ITS tersebut seraya menambahkan tema UASBN dan UN tahun pelajaran 2009/2010 adalah PRESTASI dan JUJUR.  Dengan tema tersebut, dalam meraih prestasi, seluruh pemangku kepentingan (pelaku, pelaksana, pengambil kebijakan, dan masyarakat) diharapkan untuk berikhtiar dan menyiapkan diri sebaik mungkin. Sehingga pelaksaan UN lebih credible (dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan), prestasinya memuaskan dengan kejujuran sebagai ruhnya. Lebih lanjut Muhammad Nuh menambahkan jika disuruh memilih mana yang penting jujur atau prestasi, maka jujur jauh lebih baik dari prestasi, tapi yang diinginkan adalah prestasi dan jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengarahannya,  Menteri Pendidikan Nasional  mengingatkan semua peserta rakor bahwa UN dan UASBN merupakan  kegiatan tahunan. Namun demikian jika permasalahan yang dihadapi dari tahun ke tahun tetap terjadi dan tidak teratasi artinya kita gagal dalam melakukan pembelajaran.  “Kita perlu belajar dari pengalaman dan kesalahan-kesalahan yang ada jika ingin meningkatkan kualitas UASBN dan UN”, ujar mantan Menteri Komunikasi dan Informasi pada  masa kabinet bersatu I. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui forum koordinasi ini Mendiknas berharap supaya terjadi  proses berbagi pengalaman antar provinsi dalam penyelenggaraan UASBN dan UN. Dengan demikian  masalah yang terjadi di satu provinsi tidak terulang lagi di provinsi lain. Untuk itu salah satu cara yang harus kita lakukan adalah  bersikap terbuka (open minded). “Kita harus terbuka terhadap masukan, saran, dan kritik yang konstruktif dengan tidak menutup-nutupi  kelemahan yang ada. Kalau ini kita lakukan, insya Allah kita bisa melakukan perbaikan”, pesan Mendiknas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengarahannya Mendiknas juga menjelaskan meskipun ada kontraversi tentang penyelenggaraan UN, payung hukum penyelenggaraan UN sangat jelas. Oleh karena itu penyelenggaraan UN harus sahih  sehingga hasil yang dicapai juga sahih (valid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Ketua BSNP Djemari Mardapi menjelaskan UN Utama SMA/MA, SMALB, dan SMK diselenggarakan dari tanggal 22 sampai dengan 26 Maret 2010, UN Susulan dari tanggal 29 Maret sampai dengan 5 April, dan UN Ulangan dari tanggal 10 sampai dengan 14 Mei 2010. Sedangkan  UN Utama untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan dari tanggal 29 Maret sampai dengan 1 April 2010, UN Susulan dari tanggal 5 sampai dengan 8 April 2010, dan UN Ulangan dari tanggal 17 sampai dengan 20 Mei 2010. Menurut Ketua BSNP UN SUsulan diberikan bagi peserta didik yang saat pelaksanaan UN Utama berhalangan karena sakit dan alasan lain dengan surat keterangan yang dapat dipertanggungajwabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa perbedaan dalam penyelenggaraan UN tahun 2010 dibandingkan dengan tahun 2009. “Tahun ini ada UN Ulangan bagi peserta yang belum lulus UN Utama. Peserta yang ikut uji9an ulangan dapat menempuh semua atau sebagian mata pelajaran yang nilainya kurang dari 5.50. Bagi mereka nilai yang digunakan untuk menentukan kelulusan adalah nilai yang tertinggi. Semua nilai tersebut baik UN Utama maupun UN Ulangan tertera di dalam transkrip nilai”, ungkap Djemari Mardapi seraya menambahkan  pada tahun 2010 ini pula jeda waktu antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya adalah satu jam mengingat jeda waktu tiga puluh menit pada tahun lalu dirasa tidak cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut menurut Djemari ada dua alasan mengapa UN tahun pelajaran 2009/2010  dimajukan. Pertama, pada tahun ini UN dilaksanakan dua kali, yaitu UN Utama dan UN Ulangan. Kedua, untuk memberi kesempatan kepada peserta UN Ulangan untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi pada tahun yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara dialog dan tanya jawab ketua penyelenggara UN dari Jawa Timur mengungkapkan  pemerintah daerah Jawa Timur sepakat melakukan ikrar bersama untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan UASBN dan UN tahun pelajaran 2009/2010. “Ada surat edaran dari Gubernur kepada Bupati/Walikota untuk melaksanakan ikrar bersama sebagai upaya untuk menyelenggaraan UASBN dan UN yang jujur dan kredibel sehingga prestasi dan mutu pendidikan meningkat”, ungkap  Zainal Arifin sambil mengajak semua peserta dari provinsi lain untuk dapat mengikuti terobosan yang dilakukan Pemerintah Daerah Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://bsnp-indonesia.org/id/?p=580&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957709777341544480-2908257975968779985?l=ayahjundifadhil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/feeds/2908257975968779985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2010/05/raih-prestasi-dengan-kejujuran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/2908257975968779985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/2908257975968779985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2010/05/raih-prestasi-dengan-kejujuran.html' title='RAIH PRESTASI DENGAN KEJUJURAN'/><author><name>Ayah Jundi dan Fadhil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14713542733122094567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Su-4c7uGtzI/AAAAAAAAAAY/95QOhx0p3T8/S220/Picture0001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2957709777341544480.post-4195008403781862915</id><published>2009-12-18T17:35:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T17:38:10.284-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Semut vs Gajah: Refleksi Menjelang Tahun Baru Hijrah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sywueg7ciFI/AAAAAAAAAG4/nOf8v3hjOyU/s1600-h/hilal.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 348px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sywueg7ciFI/AAAAAAAAAG4/nOf8v3hjOyU/s400/hilal.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416755553590085714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini nurani kita terusik oleh berbagai fenomena anomali sosial, politik, dan hukum yang dinilai telah mengebiri nasib rakyat kecil. Masih jelas terbayang dalam layar memori kita sebuah drama pertarungan sengit antara cicak melawan buaya yang ber-ending memilukan buat sang buaya. Retorika yang terus dibangun akhirnya runtuh berkat dukungan dan tekanan publik bertubi-tubi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenonema perlawanan sengit juga ditunjukkan dalam perseteruan dahysat antara Mbak Prita Mulyasari versus RS Omni Internasional di atas panggung sosial negeri ini. Dukungan dan empati publik yang terus mengalir dari berbagai sisi melalui gerakan “Koin Keadilan”, diakui atau tidak, telah merontokkan nyali para elite sebuah rumah sakit yang dengan pongah menahbiskan dirinya sebagai RS berstandar Internasional itu. Secara resmi, mereka telah mencabut gugatan perdata dan meminta maaf secara terbuka kepada mantan pasiennya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena “Koin Keadilan” dalam perseteruan antara Bu Prita vs RS Omni mengingatkan saya tentang dongeng “Semut dan Gajah”. Secara kasat mata, semut mustahil sanggup menaklukkan gajah. Namun, dalam situasi yang berbeda, kerumunan semut yang muncul secara bergelombang dan bertubi-tubi sanggup melawan gajah, bahkan bisa membuat sang gajah mati berdiri akibat tak sanggup lagi menghadapi amukan kerumunan semut yang muncul dari berbagai sisi. Lantas, menggigit telinga atau menerobos lubang dubur, hingga akhirnya membuat sang gajah lemas, loyo, dan tak berdaya. Habis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang Tahun Baru 1431 Hijrah, mencuatnya fenomena “Koin Keadilan” seharusnya bisa dijadikan sebagai bahan refleksi bahwa tidak selamanya arogansi dan sikap takabur akan mampu membuat rakyat kecil kehilangan nyali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita kembali membuka catatan sejarah, ada beberapa contoh etos keteladanan tentang makna pengorbanan demi menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keyakinan. Pertama, kisah Ali bin Abi Thalib yang merelakan dirinya menggantikan Rasulullah dengan menempati tempat tidur Rasulullah untuk mengecoh orang-orang musyrik. Padahal, dia tahu betul bahwa taruhannya adalah nyawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kisah Asma binti Abi Bakar R.A. yang harus berjalan sendirian pada hari yang gelap untuk menghindari pengamatan orang-orang Quraisy. Dia pun beresiko tertangkap orang-orang Quraisy yang selalu memburu Rasul dan sahabatnya. Namun, demi kebenaran, keyakinan, dan keselamatan Rasulullah, ia lakukan pekerjaan yang sarat resiko. Bahkan, ketika Rasul dan Abu Bakar membutuhkan dua tali pengikat, ia merelakan sebagian dari selendangnya untuk dibelah menjadi dua bagian agar bisa dipakai sebagai tali oleh Rasul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kisah Abdullah bin Abu Bakar yang mondar-mandir antara gua Tsur dan Mekkah mencari berita dan mengikuti perkembangan, kemudian melaporkannya kepada Nabi dan ayahnya, Rasul dan Abu Bakar tetap mengetahui secara persis apa yang terjadi di sekelilingnya, meski berada di persembunyian. Abdullah ibarat surat kabar atau media online yang terus di-update secara intens, sehingga strategi Rasul tidak pernah meleset atau salah, sebab data yang didapat selalu akurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, kisah Amir bin Fahirah, pembantu Abu Bakar. Setiap hari dia harus membawa kambing-kambing piaraannya ke arah bukit Tsur guna menghapus jejak-jejak kaki Asma dan Abdullah ketika mereka pergi ke gua Tsur atau ketika mereka pulang kembali dari sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ya, ya, beberapa contoh keteladanan seperti kepingan puzzle dalam sebuah mozaik peradaban yang membuat nurani kita makin tersentuh dan terharu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi semacam itu sungguh kontras dengan situasi Indonesia kontemporer. Yang terjadi, bukannya semangat mengorbankan jabatan atau harta benda demi menegakkan kebenaran dan keadilan, melainkan sebaliknya. Tidak sedikit orang yang justru mengorbankan kebenaran demi mendapatkan jabatan dan harta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sungguh, kebenaran itu tidak akan pernah bisa mati! Nah, selamat menyongsong Tahun Baru 1431 Hijrah, semoga kita benar-benar bisa berhijrah secara kultural dan spiritual, hingga akhirnya bisa melaju di tengah jalan tol peradaban dunia yang lebih bermoral, beradab, dan bermartabat. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;http://sawali.info/2009/12/16/semut-gajah-menjelang-tahun-baru/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957709777341544480-4195008403781862915?l=ayahjundifadhil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/feeds/4195008403781862915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/12/semut-vs-gajah-refleksi-menjelang-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/4195008403781862915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/4195008403781862915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/12/semut-vs-gajah-refleksi-menjelang-tahun.html' title='Semut vs Gajah: Refleksi Menjelang Tahun Baru Hijrah'/><author><name>Ayah Jundi dan Fadhil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14713542733122094567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Su-4c7uGtzI/AAAAAAAAAAY/95QOhx0p3T8/S220/Picture0001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sywueg7ciFI/AAAAAAAAAG4/nOf8v3hjOyU/s72-c/hilal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2957709777341544480.post-3737550000822873227</id><published>2009-12-02T20:12:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T20:53:20.265-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Keajaiban Manusia Akhir Zaman</title><content type='html'>Sesungguhnya keajaiban manusia di akhir zaman ini sangat banyak dan nyata sekali. Terkadang kita kurang jeli memperhatikannya sehingga terlihat dunia ini berjalan baik-baik saja. Namun, bila kita cermati dengan baik, kita akan menemukan segudang keajaiban dan keanehan dalam kehidupan manusia akhir zaman dan hampir dalam semua lini kehidupan. Keajaiban yang kita maksudkan di sini bukan terkait dengan persitiwa alam seperti gempa bumi, tsunami dan sebagainya, atau kejadian yang aneh-aneh lainnya, melainkan pola fikir manusia yang paradoks yang berkembang biak di akhir zaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah sebagian kecil dari berfikir paradoks yang berkembang akhir-akhir ini dalam masyarakat luas. Lebih ajaib lagi, berfikir paradoks tersebut malah dimiliki pula oleh sebagian umat Islam dan para tokoh mereka. Di antaranya :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc8gdMZh8I/AAAAAAAAADY/Yd52afBUbXE/s1600-h/anggodo.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc8gdMZh8I/AAAAAAAAADY/Yd52afBUbXE/s400/anggodo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410860005599053762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bila seorang pengusaha atau pejabat tinggi melakukan korupsi milyaran dan bahkan triliunan rupiah, maka aparat penegak hukum dengan mudah mengatakan tidak ada bukti untuk menahan dan mengadilinya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc87kTaw-I/AAAAAAAAADg/VNbibCNj7sk/s1600-h/minah.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 285px; height: 201px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc87kTaw-I/AAAAAAAAADg/VNbibCNj7sk/s400/minah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410860471364010978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun, bila yang mencuri itu seorang nenek atau masyarakat bawah (lemah), dengan mudah dapat ditangkap, disidangkan dan diputuskan hukuman penjara, kendati mereka mengambil hanya satu buah semangka atau tiga buah kakau, mungkin saja karena lapar.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc9i2vutII/AAAAAAAAADw/SDu5km_ZqFE/s1600-h/mirza.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 326px; height: 286px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc9i2vutII/AAAAAAAAADw/SDu5km_ZqFE/s400/mirza.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410861146329494658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bila ada orang atau kelompok dengan nyata-nyata merusak dan melecehkan ajaran Islam yang sangat fundamental, seperti Tuhan, Kitab Suci dan Rasulnya, di negeri-negeri Islam, maka orang dengan gampang mengatakan yang demikian itu adalah kebebasan berpendapat, berekspresi dan menafsirkan agama.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc9uqm180I/AAAAAAAAAD4/JS0GzLyUB6c/s1600-h/demoxx.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 262px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc9uqm180I/AAAAAAAAAD4/JS0GzLyUB6c/s400/demoxx.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410861349229425474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun, bila ada khatib, ustazd atau masyarakat Muslim mengajak jamaah dan umat Islam untuk konsiten dengan ajaran agamanya, maka orang dengan mudah menuduhnya sebabai khatib, penceramah atau ustazd yang keras dan tidak bisa berdakwah dengan hikmah, bahkan perlu dicurigai sebagai calon teroris.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc98GmQM4I/AAAAAAAAAEA/8FFnyS4d4-Y/s1600-h/newspaper.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 330px; height: 220px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc98GmQM4I/AAAAAAAAAEA/8FFnyS4d4-Y/s400/newspaper.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410861580081443714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa saja yang dituliskan dalam koran, dengan mudah orang mempercayainya, kendati itu hanya tulisan manusia dan belum teruji kebenarannya. Membaca dan mempelajarinya dianggap lambang kemajuan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc-N74IzNI/AAAAAAAAAEI/hOOhVVBcs_4/s1600-h/al-quran.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 276px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc-N74IzNI/AAAAAAAAAEI/hOOhVVBcs_4/s400/al-quran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410861886441311442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, apa yang tercantum dalam Al-Qur’an belum tentu dipercayai dan diyakini kebenarannya, kendati mengaku sebagai Muslim. Padahal Al-Qur’an itu Kalamullah (Ucapan Allah) yang mustahil berbohong. Kebenarannya sudah teruji sepnajang masa dari berbagai sisi ilmu pengetahuan. Akhir-akhir ini muncul anggapan mengajarkan Al-Qur’an bisa mengajarkan paham terorisme.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc-XDTZfPI/AAAAAAAAAEQ/GX_RZ_h1-D8/s1600-h/ruangsidang.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc-XDTZfPI/AAAAAAAAAEQ/GX_RZ_h1-D8/s400/ruangsidang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410862043053522162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit manusia, termasuk yang mengaku Muslim yakin dan bangga dengan sistem hidup ciptaan manusia (jahiliyah), kendati sistem yang mereka yakini dan banggakan itu menyebabkan hidup mereka kacau dan mereka selalu menghadapai berbagai kezaliman dan ketidak adilan dari para penguasa negeri mereka. Mereka masih saja mengklaim : inilah jalan hidup yang sesuai dengan akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc-jlffgvI/AAAAAAAAAEY/zYKk5u2nE7I/s1600-h/tegakkansyariah.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 199px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc-jlffgvI/AAAAAAAAAEY/zYKk5u2nE7I/s400/tegakkansyariah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410862258389484274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun, bila ada yang mengajak dan menyeru untuk kembali kepada hukum Islam, maka orang akan menuduh ajakan dan seruan itu akan membawa kepada keterbelakangan, kekerasan dan terorisme, padahal mereka tahu bahwa Islam itu diciptakan oleh Tuhan Pencipta mereka (Allah) untuk keselamatan dunia dan akhirat dan Allah itu mustahil keliru dan menzalimi hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc-tvZ2feI/AAAAAAAAAEg/84fVw54ORDA/s1600-h/rabbi.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc-tvZ2feI/AAAAAAAAAEg/84fVw54ORDA/s400/rabbi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410862432848870882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang Yahudi atau agama lain memanjangkan jenggotnya, orang akan mengatakan dia sedang menjalankan ajaran agamanya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc-4y1IKSI/AAAAAAAAAEo/wTlOu6y249g/s1600-h/muslimman.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc-4y1IKSI/AAAAAAAAAEo/wTlOu6y249g/s400/muslimman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410862622747142434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun, saat seorang Muslim memelihara jenggotnya, dengan mudah orang menuduhnya fundamentalis atau teroris yang selalu harus dicurigai, khususnya saat masuk ke tempat-tempat umum seperti hotel dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc_lSdQNgI/AAAAAAAAAE4/a1fD1MfAf54/s1600-h/biarawati.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 311px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc_lSdQNgI/AAAAAAAAAE4/a1fD1MfAf54/s400/biarawati.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410863387151185410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang Biarawati memakai pakaian yang menutup kepala dan tubuhnya dengan rapih, orang akan mengatakan bahwa sang Biarawati telah menghadiahkan dirinya untuk Tuhan-nya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc_vxmCOFI/AAAAAAAAAFA/zp_-VBSrnCo/s1600-h/muslimah.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 399px; height: 310px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc_vxmCOFI/AAAAAAAAAFA/zp_-VBSrnCo/s400/muslimah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410863567308208210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun, bila wanita Muslimah menutup auratnya dengan jilbab atau hijab, maka orang akan menuduh mereka terbelakang dan tidak sesuai dengan zaman, padahal mereka yang menuduh itu, para penganut paham demokrasi, yang katanya setiap orang bebas menjalankan keyakinan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc_58SfMCI/AAAAAAAAAFI/QykaSWlaObU/s1600-h/mom_child.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 340px; height: 290px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc_58SfMCI/AAAAAAAAAFI/QykaSWlaObU/s400/mom_child.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410863741977702434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bila wanita Barat tinggal di rumah dan tidak bekerja di luar karena menjaga, merawat rumah dan mendidik anaknya, maka orang akan memujinya karena ia rela berkorban dan tidak bekerja di luar rumah demi kepentingan rumah tangga dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdAmVbamiI/AAAAAAAAAFQ/GTFH3v2Tv-Y/s1600-h/mom_child_muslim.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 293px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdAmVbamiI/AAAAAAAAAFQ/GTFH3v2Tv-Y/s400/mom_child_muslim.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410864504640281122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun, bila wanita Muslimah tingal di rumah menjaga harta suami, merawat dan mendidik anaknya, maka orang akan menuduhnya terjajah dan harus dimerdekakan dari dominasi kaum pria atau apa yang sering mereka katakan dengan kesetaraan gender.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdAxZcZj8I/AAAAAAAAAFY/6_JCU5C24F8/s1600-h/collage.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdAxZcZj8I/AAAAAAAAAFY/6_JCU5C24F8/s400/collage.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410864694696710082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setiap mahasiswi Barat bebas ke kampus dengan berbagai atribut hiasan dan pakaian yang disukainya, dengan alasan itu adalah hak asasi mereka dan kemerdekaan mengekpresikan diri.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdA6QKp8qI/AAAAAAAAAFg/UOFrWuujRqk/s1600-h/collage_muslim.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 265px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdA6QKp8qI/AAAAAAAAAFg/UOFrWuujRqk/s400/collage_muslim.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410864846825190050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun, bila wanita Muslimah ke kampus atau ke tempat kerja dengan memakai pakaian Islaminya, maka orang akan menuduhnya eksklusif dan berfikiran sempit tidak sesuai dengan peraturan dan paradigma kampus atau tempat kerja mereka.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdBJSreKHI/AAAAAAAAAFo/CACbQFGHwEU/s1600-h/sekolah.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdBJSreKHI/AAAAAAAAAFo/CACbQFGHwEU/s400/sekolah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410865105197738098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bila anak-anak mereka sibuk dengan berbagai macam mainan yang mereka ciptakan, mereka akan mengatakan ini adalah pembinaan bakat, kecerdasan dan kreativitas sang anak.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdBVhv7kEI/AAAAAAAAAFw/IUvv5WrRgDk/s1600-h/sekolah_muslim.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 370px; height: 278px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdBVhv7kEI/AAAAAAAAAFw/IUvv5WrRgDk/s400/sekolah_muslim.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410865315401404482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun, bila anak Muslim dibiasakan mengikuti pendidikan praktis agamanya, maka orang akan mengatakan bahwa pola pendidikan seperti itu tidak punya harapan dan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdBgGDKY9I/AAAAAAAAAF4/uN9ZzqVrgfo/s1600-h/idf_vs_girl.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdBgGDKY9I/AAAAAAAAAF4/uN9ZzqVrgfo/s400/idf_vs_girl.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410865496944436178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika Yahudi atau Nasrani membunuh seseorang, atau melakukan agresi ke negeri Islam khususnya di Paestina, Afghanistan, Irak dan sebagainya, tidak ada yang mengaitkannya dengan agama mereka. Bahkan mereka mengakatakan itu adalah hak mereka dan demi menyelamatkan masyarakat Muslim di sana.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdBulLzezI/AAAAAAAAAGA/RQtuks1YpqQ/s1600-h/idf_vs_boy.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 278px; height: 275px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdBulLzezI/AAAAAAAAAGA/RQtuks1YpqQ/s400/idf_vs_boy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410865745820351282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, bila kaum Muslim melawan agresi Yahudi atas Palestina, atau Amerika Kristen di Irak dan Afghanistan, mereka pasti mengaitkannya dengan Islam dan menuduh kaum Muslim tersebut sebagai pemberontak dan teroris .&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdCyPnwyiI/AAAAAAAAAGY/XTQ_XWLgocM/s1600-h/american_hero.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 272px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdCyPnwyiI/AAAAAAAAAGY/XTQ_XWLgocM/s400/american_hero.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410866908263139874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bila seseorang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang lain, maka semua orang akan memujinya dan berhak mendapatkan penghormatan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdDp7qJTRI/AAAAAAAAAGg/PUOE74-7v8s/s1600-h/palestinian_hero.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 275px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdDp7qJTRI/AAAAAAAAAGg/PUOE74-7v8s/s400/palestinian_hero.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410867864977100050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun, bila orang Palestina melakukan hal yang sama untuk menyelamatkan anaknya, saudaranya atau orang tuanya dari penculikan dan pembantaian tentara Israel, atau menyelamatkan rumahnya dari kehancuran serangan roket-roket Israel, atau memperjuangkan masjid dan kitab sucinya dari penodaan pasukan Yahudi, orang akan menuduhnya TERORIS. Kenapa? Karena dia adalah seorang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdD2C0_cfI/AAAAAAAAAGo/-3nNQ11cg10/s1600-h/israel_kids.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 288px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdD2C0_cfI/AAAAAAAAAGo/-3nNQ11cg10/s400/israel_kids.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410868073060069874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bila anak-anak Yahudi diajarkan perang dan senjata otomatis untuk membunuh kaum Muslimin Palestina, maka orang akan menegatakan bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah upaya membela diri kendati mereka adalah agresor.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdEEptnv_I/AAAAAAAAAGw/YjyMwCIZQXE/s1600-h/palestinian_kids.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 280px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SxdEEptnv_I/AAAAAAAAAGw/YjyMwCIZQXE/s400/palestinian_kids.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410868324016308210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun, bila anak Palestina belajar melemparkan batu menghadapi prajurit Yahudi yang dilengakapi dengan tank dan senjata canggih lainhya saat menghancurkan rumah, masjid dan kampung mereka, maka orang akan menuduh mereka sebagai pelaku kejahatan yang pantas ditangkap, dipatahkan tangannya dan dipenjarakan belasan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, inilah sekelumit keajaiaban manusia di akhir zaman ini. Bisakah kita mendapatkan pelajaran yang baik sehingga dapat menentukan sikap yang benar, atau kita akan jatuh menjadi korban keajaiban akhir zaman? Allahul musta’an….(fj)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;http://www.eramuslim.com/berita/dunia/keajaiban-manusia-akhir-zaman.htm&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957709777341544480-3737550000822873227?l=ayahjundifadhil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/feeds/3737550000822873227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/12/keajaiban-manusia-akhir-zaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/3737550000822873227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/3737550000822873227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/12/keajaiban-manusia-akhir-zaman.html' title='Keajaiban Manusia Akhir Zaman'/><author><name>Ayah Jundi dan Fadhil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14713542733122094567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Su-4c7uGtzI/AAAAAAAAAAY/95QOhx0p3T8/S220/Picture0001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sxc8gdMZh8I/AAAAAAAAADY/Yd52afBUbXE/s72-c/anggodo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2957709777341544480.post-8151525793965302042</id><published>2009-11-27T17:14:00.000-08:00</published><updated>2009-11-27T17:16:00.432-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Terjebak oleh Ritual Idul Qurban</title><content type='html'>Jakarta - Ajaran berkorban dimiliki oleh semua agama dan kepercayaan. Tanpa pengorbanan dipercayai kehidupan semakin tidak harmonis. Repotnya, pengorbanan sering dilakoni sebagai kegiatan spiritual an sich. Bukan ajaran untuk melakukan pengorbanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemahaman agama dikenal adanya tingkatan-tingkatan yakni syariat, toriqoh, hakekat, dan marifat. Antara keempatya terdapat perbedaan yang sangat mencolok yang bisa dikategorikan bainas sama wal ard (antara bumi dan langit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariat bisa dipahami sebagai ajaran agama yang mengatur wujud lahir manusia, baru thoriqoh atau ‘jalan’ atau proses dari syariat menuju hakekat. Baru setelah itu hakekat yakni esensi atau hal-hal yang menyangkut isi dari agama. Kemudian makrifat yaitu mengenal Allah dengan sebenar-benarnya kenal. Dengan kata lain, syariah adalah kulit, toriqoh transisi, hakekat adalah isi, sedangkan marifat pengetahuan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata pemahaman kita tentang ajaran yang sering kita lakoni setiap hari umumnya memang hanya terkait dengan kulit. Lapisan luar, dasar, elementer, atau pada tingkatan SD (sekolah dasar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal demikian sering terjadi karena aspek ibadah yang dipandang oleh manusia hanyalah apa yang bisa dilihat oleh mata dan dirasakan oleh indera lainnya. Kalaulah hal tersebut berlangsung pada seseorang secara terus menurus maka kesimpulannya adalah sebuah kesalehan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa super modern seperti saat ini manusia sudah dicapekkan dengan berbagai kompleksitas kehidupan sehingga tidak memiliki waktu cukup untuk menukik ke tingkat hakekat apalagi marifat. Pragmatisme dan hedonisme mengantarkan manusia untuk mencari yang paling praktis dan paling enak. Tanpa harus berpikir apakah hal-hal tersebut memberikan manfaat atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran bila dalam kenyataan siswa dan mahasiswa lebih suka nyontek dibanding belajar. Yang penting nilainya bagus meski kenyataannya tidak becus. Ada politisi lebih suka mengambil jalan pintas meskipun tidak pantas. Ada pula pegawai yang mengamini korupsi meski bertentangan dengan hak asasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian sebuah capaian yang tertinggi akhirnya hanya terukur pada kenyataan-kenyataan yang bersifat lahiriah. Orang dinilai pandai manakala semua nilainya A. Dermawan adalah yang sering menggelontorkan hartanya buat orang lain. Orang kaya terlihat dari kekayaannya yang menggunung. Pejabat yaitu mereka yang menduduki pangkat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dus, sangat jarang terpikir bahwa orang pandai adalah mereka yang berilmu dan&lt;br /&gt;mengamalkan ilmunya. Dermawan selalu memberikan hartanya dengan penuh keikhlasan. Orang kaya mendapatkan hartanya via jalan yang halal, dan pejabat adalah mereka yang memegang amanah rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga nasib ajaran Idul Qorban atau Idul Adha. Pemahaman yang tercipta dan selalu diulang-ulang dalam khotbah adalah perintah untuk berkorban berupa domba, lembu, unta, dan lainnya. Agama mengajarkan hal tersebut agar manusia tidak lupa untuk berkorban. Setelah itu, sang ustadz dengan gayanya yang elegan menuntun sapi bersama sang penyumbang ke tempat penyembelihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, klik klik klik, acara foto bersama kambing, lembu dan onta yang akan dikorbankan. Lebih norak lagi, sehari sebelum hari H, para kambing dan lembu tersebut ditulisi dengan spidol besar nama orang yang berkorban. Jadilah ada lembu Muhamad, kambing Achmad, onta Fulan, atau domba Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanggaan akan muncul manakala banyak mata memandang siapa mengorbankan apa. Makin besar nilai korbannya, makin mantap jiwa keimanannya. Bahkan, biar kelihatan terpandang, maka ada yang melakukan korban keroyokan, satu sapi dibagi enam atau delapan. Dan, sang penyembelih harus menyebut berbagai nama dimaksud sebelum meletakkan pisaunya di leher sang sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota panitia korban adalah orang yang berhak mendapatkan dagingnya, sehingga pada tataran ini, mereka mengambil untuk pertama kali. Tentu bukan di bagian ujung kaki, melainkan di bagian-bagian yang paling berisi. Sang empunya hewan korban juga sudah menunggu di sampingnya. Biasanya mereka membawa bagian paha atas korban dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, fakir miskin, muallaf, dan para musafir yang menurut agama dinilai pihak yang paling berhak hanya kebagian daging plus lemak plus tulang belulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah acara ritual korban terjadilah pesta pora: mereka yang menerima daging korban, panitia pelaksana, ataupun pihak yang berkorban. Ada sate, gule, tongseng, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, kadang ada juga yang sambil makan sate meminum minuman keras, katanya biar pas, seperti orang barat (makan daging sambil minum red wine). Dapat dipastikan, pada dua hari mulai hari H, tukang sate dan lainnya terpaksa cuti menjual dagangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pemahaman yang sangat cetek seperti itu sangat bisa dipastikan bahwa nilai-nilai pengorbanan yang menjadi ajaran setiap agama tidak atau jauh menyentuh dalam kehidupan keseharian. Semua berhenti pada tingkatan ritual, kenyataan dan syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran, bila seminggu setelah Idul Adha, ketika tetangga kesakitan dan perlu biaya, mereka pura-pura tidak tahu. Ketika saudaranya mendapat musibah rasa iba pun tidak muncul. Dan manakala ada musibah bencana alam, alih-alih menyumbang, biasanya hanya pandai mengkritik mestinya begini dan begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang menjadi lupa bahwa pengorbanan adalah suatu ajaran untuk memberikan yang tebaik yang dimilikinya. Karenanya Tuhan mencontohkan Ibrahim menyembelih Ismail, anaknya yang paling disayanginya. Bukan hanya berkorban dengan pakaian bekas layak pakai, menyumbang dengan uang receh, dan memberi buku bekas kepada anak yatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang pun menjadi tidak mengerti lagi bahwa yang penting dalam korban bukanlah iklan di tv dan media cetak. Melainkan sebuah upaya syukur atas nikmat Tuhan agar dirinya terus menerus mendekat kepada sang pemilik kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa yang dilihat Tuhan bukan kambingnya tetapi imannya. Bahwa yang penting penyertaan iman dalam pengorbanan, bukan besar kecilnya korban. Bahwa jiwa multiplayer effects pengorbanan harus berkobar dari waktu ke waktu tanpa henti, berkesinambungan, sustainable, dan semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala kita semua terjebak dalam ritualisme syariat ajaran korban maka manfaat korban hanya sampai pada perut yang membuncit dan akan lenyap dalam hitungan jam dan hari. Setelah itu, semua back to basic dan tidak banyak manfaat yang bisa dipetik. Naudubillahi min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M Aji Surya&lt;br /&gt;Katelniceskaya Neberisnaya 82 Moskow&lt;br /&gt;ajisurya@deplu.go.id&lt;br /&gt;+79250718648&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah diplomat Indonesia di KBRI Moskow, alumnus UII, UGM, UI, dan Pondok Modern Gontor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tulisan dikutip dari bagian surat pembaca di detik.com&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;http://tausiyah.net63.net/?tag=qurban&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957709777341544480-8151525793965302042?l=ayahjundifadhil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/feeds/8151525793965302042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/terjebak-oleh-ritual-idul-qurban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/8151525793965302042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/8151525793965302042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/terjebak-oleh-ritual-idul-qurban.html' title='Terjebak oleh Ritual Idul Qurban'/><author><name>Ayah Jundi dan Fadhil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14713542733122094567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Su-4c7uGtzI/AAAAAAAAAAY/95QOhx0p3T8/S220/Picture0001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2957709777341544480.post-7678001691750966942</id><published>2009-11-27T16:44:00.000-08:00</published><updated>2009-11-27T16:45:51.611-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Risalah Kurban</title><content type='html'>Oase Ilmu - Monday, 26 July 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KURBAN&lt;br /&gt;Kurban berasal dari bahasa Arab, yaitu al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan, seperti unta, sapi (kerbau), dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq sebagai taqarrub kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYARIAT KURBAN&lt;br /&gt;Allah SWT telah mensyariatkan kurban dengan firman-Nya,&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus." (Al-Kautsar: 1 - 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagai syiar Allah. Kamu banyak memperoleh kebaikan dari padanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya." (Al-Hajj: 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEUTAMAAN KURBAN&lt;br /&gt;Dari Aisyah ra, Nabi saw bersabda,&lt;br /&gt;"Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya Kurban yang lebih dicintai Allah SWT dari menyembelih hewan Kurban. Sesungguhnya hewan Kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah Kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) Kurban itu." (HR Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUKUM KURBAN&lt;br /&gt;Ibadah kurban hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Bagi orang yang mampu melakukannya lalu ia meninggalkan hal itu, maka ia dihukumi makruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa Nabi saw pernah berkurban dengan dua kambing kibasy yang sama-sama berwarna putih kehitam-hitaman dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelih kurban tersebut, dan membacakan nama Allah serta bertakbir (waktu memotongnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ummu Salamah ra, Nabi saw bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan jika kalian telah melihat hilal (tanggal) masuknya bulan Dzul Hijjah, dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia membiarkan rambut dan kukunya." HR Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti sabda Nabi saw, " â€¦ingin berkorbanâ€¦" adalah dalil bahwa ibadah kurban ini sunnah, bukan wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Bakar dan Umar ra bahwa mereka berdua belum pernah melakukan kurban untuk keluarga mereka berdua, lantaran keduanya takut jika perihal kurban itu dianggap wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIKMAH KURBAN&lt;br /&gt;Ibadah kurban disyariatkan Allah untuk mengenang Nabi Ibrahim as dan sebagai suatu upaya untuk memberikan kemudahan pada hari Id, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hari-hari itu tidak lain adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BINATANG YANG DIPERBOLEHKAN UNTUK KURBAN&lt;br /&gt;Binatang yang boleh untuk kurban adalah onta, sapi (kerbau) dan kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk selain yang tiga jenis ini tidak diperbolehkan. Allah SWT berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"â€¦ supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka." (Al-Hajj: 34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dianggap memadai berkurban dengan domba yang berumur setengah tahun, kambing jawa yang berumur satu tahun, sapi yang berumur dua tahun, dan unta yang berumur lima tahun, baik itu jantan atau betina. Hal ini sesuai dengan hadis-hadis di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra berkata, aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda,&lt;br /&gt;"Binatang kurban yang paling bagus adalah kambing yang jadza' (powel/berumur satu tahun)." (HR Ahmad dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Uqbah bin Amir ra, aku berkata, wahai Rasulullah saw, aku mempunyai jadza', Rasulullah saw menjawab, "Berkurbanlah dengannya." (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir ra, Rasulullah saw bersabda, "Janganlah kalian mengurbankan binatang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kecuali yang berumur satu tahun ke atas, jika itu menyulitkanmu, maka sembelihlah domba Jadza'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERKORBAN DENGAN KAMBING YANG DIKEBIRI&lt;br /&gt;Boleh-boleh saja berkurban dengan kambing yang dikebiri. Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Rafi', bahwa Rasulullah saw berkurban dengan dua ekor kambing kibasy yang keduanya berwarna putih bercampur hitam lagi dikebiri. Karena dagingnya lebih enak dan lebih lezat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BINATANG-BINATANG YANG TIDAK DIPERBOLEHKAN UNTUK KURBAN Syarat binatang yang untuk kurban adalah bintang yang bebas dari aib (cacat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, tidak boleh berkurban dengan binatang yang aib seperti di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penyakitnya terlihat dengan jelas.&lt;br /&gt;Yang picak dan jelas terlihat kepicakannya.&lt;br /&gt;Yang pincang sekali.&lt;br /&gt;Yang sumsum tulangnya tidak ada, karena kurus sekali.&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda,&lt;br /&gt;"Ada empat penyakit pada binatang kurban yang dengannya kurban itu tidak mencukupi. Yaitu yang picak dengan kepicakannya yang nampak sekali, dan yang sakit dan penyakitnya terlihat sekali, yang pincang sekali, dan yang kurus sekali." (HR Tirmidzi seraya mengatakan hadis ini hasan sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang cacat, yaitu yang telinga atau tanduknya sebagian besar hilang.&lt;br /&gt;Selain binatang lima di atas, ada binatang-binatang lain yang tidak boleh untuk kurban, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatma' (ompong gigi depannya, seluruhnya). Ashma' (yang kulit tanduknya pecah). Umya' (buta). Taula' (yang mencari makan di perkebunan, tidak digembalakan).&lt;br /&gt;Jarba' (yang banyak penyakit kudisnya).&lt;br /&gt;Juga tidak mengapa berkurban dengan binatang yang tak bersuara, yang buntutnya terputus, yang bunting, dan yang tidak ada sebagian telinga atau sebagian besar bokongnya tidak ada. Menurut yang tersahih dalam mazhab Syafi'i, bahwa yang bokong/pantatnya terputus tidak mencukupi, begitu juga yang puting susunya tidak ada, karena hilangnya sebagian organ yang dapat dimakan. Demikian juga yang ekornya terputus. Imam Syafi'i berkata, "Kami tidak memperoleh hadis tentang gigi sama sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAKTU PENYEMBELIHAN&lt;br /&gt;Untuk kurban disyaratkan tidak disembelih sesudah terbit matahari pada hari 'Iduladha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu boleh menyembelihnya di hari mana saja yang termasuk hari-hari Tasyrik, baik malam ataupun siang. Setelah tiga hari tersebut tidak ada lagi waktu penyembelihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari al-Barra' ra Nabi saw bersabda,&lt;br /&gt;"Sesungguhnya yang pertama kali kita lakukan pada hari ini (Iduladha) adalah kita salat, kemudian kita kembali dan memotong kurban. Barangsiapa melakukan hal itu, berarti ia mendapatkan sunnah kami. Dan barangsiapa yang menyembelih sebelum itu, maka sembelihan itu tidak lain hanyalah daging yang ia persembahkan kepada keluarganya yang tidak termasuk ibadah kurban sama sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Burdah berkata,&lt;br /&gt;"Pada hari Nahar, Rasulullah saw berkhotbah di hadapan kami, beliau bersabda: 'Barangsiapa salat sesuai dengan salat kami dan menghadap ke kiblat kami, dan beribadah dengan cara ibadah kami, maka ia tidak menyembelih kirban sebelum ia salat'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis yang lain, Rasulullah saw bersabda,&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang menyembelih sebelum salat, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya. Dan barangsiapa yang menyembelih setelah salat dan khotbah, sesungguhnya ia telah sempurnakan dan ia mendapat sunnah umat Islam." (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERGABUNG DALAM BERKURBAN&lt;br /&gt;Dalam berkurban dibolehkan bergabung jika binatang korban itu berupa onta atau sapi (kerbau).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, sapi (kerbau) atau unta berlaku untuk tujuh orang jika mereka semua bermaksud berkurban dan bertaqarrub kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir ra berkata,&lt;br /&gt;"Kami menyembelih kurban bersama Nabi saw di Hudaibiyyah seekor unta untuk tujuh orang, begitu juga sapi (kerbau)."&lt;br /&gt;(HR Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAGIAN DAGING KURBAN&lt;br /&gt;Disunahkan bagi orang yang berkurban memakan daging kurbannya, menghadiahkannya kepada para kerabat, dan menyerahkannya kepada orang-orang fakir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makanlah dan berilah makan kepada (fakir-miskin) dan simpanlah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini para ulama mengatakan, yang afdhal adalah memakan daging itu sepertiga, menyedekahkannya sepertiga dan menyimpannya sepertiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daging kurban boleh diangkut (dipindahkan) sekalipun ke negara lain. Akan tetapi, tidak boleh dijual, begitu pula kulitnya. Dan, tidak boleh memberi kepada tukang potong daging sebagai upah. Tukang potong berhak menerimanya sebagai imbalan kerja. Orang yang berkurban boleh bersedekah dan boleh mengambil kurbannya untuk dimanfaatkan (dimakan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Abu Hanifah, bahwa boleh menjual kulitnya dan uangnya disedekahkan atau dibelikan barang yang bermanfaat untuk rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORANG YANG BERKURBAN MENYEMBELIHNYA SENDIRI&lt;br /&gt;Orang yang berkorban yang pandai menyembelih disunahkan menyembelih sendiri binatang kurbannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menyembelih disunahkan membaca,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bismillahi Allahu Akbar, Allahumma haadza 'anâ€¦" (Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, ya Allah kurban ini dari â€¦[sebutkan namanya]).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, Rasulullah saw menyembelih seekor kambing kibasy dan membaca,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bismillahi wallahu Akbar, Allahumma haadza 'anni wa'an man lam yudhahhi min ummati" (Dengan nama Allah, dan Allah Maha Besar, Ya Allah sesungguhnya (kurban) ini dariku dan dari umatku yang belum berkurban)." (HR Abu Daud dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang yang berkurban tidak pandai menyembelih, hendaknya dia menghadiri dan menyaksikan penyembelihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Sa'id al-Khudri ra, Rasulullah saw bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Fatimah, bangunlah. Dan saksikanlah kurbanmu. Karena, setetes darahnya akan memohon ampunan dari setiap dosa yang telah kau lakukan. Dan bacalah: 'Sesungguhnya salatku, ibadahku - korbanku - hidupku, dan matiku untuk Allah Tuhan semesta Alam. Dan untuk itu aku diperintah. Dan aku adalah orang-orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah,'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat lalu bertanya, 'Wahai Rasulullah saw, apakah ini untukmu dan khusus keluargamu atau untuk kaum muslimin secara umum?' Rasulullah saw menjawab, 'Bahkan untuk kaum muslimin umumnya'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;1. Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bidaayatul Mujtahid, Ibnu Rusyd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Al-Muhadzdzab fi Fiqh Madzhabil Imam as- Syafi'i, Abu Ishaaq as-Syiraazi&lt;br /&gt;Sumber: Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.kafemuslimah.com/article_detail.php?id=380&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957709777341544480-7678001691750966942?l=ayahjundifadhil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/feeds/7678001691750966942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/risalah-kurban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/7678001691750966942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/7678001691750966942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/risalah-kurban.html' title='Risalah Kurban'/><author><name>Ayah Jundi dan Fadhil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14713542733122094567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Su-4c7uGtzI/AAAAAAAAAAY/95QOhx0p3T8/S220/Picture0001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2957709777341544480.post-6432538794751279557</id><published>2009-11-25T20:20:00.001-08:00</published><updated>2009-11-25T20:21:25.066-08:00</updated><title type='text'>Selamat Idhul Adha</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sw4CPBOMd7I/AAAAAAAAADI/kRUSMyItibw/s1600/idukadha.gif"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 369px; height: 369px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sw4CPBOMd7I/AAAAAAAAADI/kRUSMyItibw/s400/idukadha.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408262659567810482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957709777341544480-6432538794751279557?l=ayahjundifadhil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/feeds/6432538794751279557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/selamat-idhul-adha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/6432538794751279557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/6432538794751279557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/selamat-idhul-adha.html' title='Selamat Idhul Adha'/><author><name>Ayah Jundi dan Fadhil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14713542733122094567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Su-4c7uGtzI/AAAAAAAAAAY/95QOhx0p3T8/S220/Picture0001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Sw4CPBOMd7I/AAAAAAAAADI/kRUSMyItibw/s72-c/idukadha.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2957709777341544480.post-4993382424299414579</id><published>2009-11-18T21:50:00.000-08:00</published><updated>2009-11-18T21:51:56.539-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Anak</title><content type='html'>Prestasi dalam belajar merupakan dambaan bagi setiap orangtua terhadap anaknya. Prestasi yang baik tentu akan didapat dengan proses belajar yang baik juga. Belajar merupakan proses dari sesuatu yang belum bisa menjadi bisa, dari perilaku lama ke perilaku yang baru, dari pemahaman lama ke pemahaman baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses belajar, hal yang harus diutamakan adalah bagaimana anak dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan rangsangan yang ada, sehingga terdapat reaksi yang muncul dari anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi yang dilakukan merupakan usaha untuk menciptakan kegiatan belajar sekaligus menyelesaikannya. Sehingga nantinya akan mendapatkan hasil yang mengakibatkan perubahan pada anak sebagai hal baru serta menambah pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian diatas jelaslah bahwa belajar merupakan kegiatan penting baik untuk anak-anak, bahkan juga untuk orang dewasa sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlunya perhatian faktor lingkungan dapat mempengaruhi proses belajar. Suasana yang nyaman dan kondusif mengakibatkan proses belajar akan menjadi lebih baik. Termasuk juga keaktifan proses mental untuk sering dilatih, sehingga nantinya menjadi suatu kegiatan yang terbiasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pencapaian hasil belajar atau prestasi belajar. Orangtua pun perlu untuk mengetahui apa saja faktor yang dapat mempengaruhi proses belajar pada anak mereka, sehingga orangtua dapat mengenali penyebab dan pendukung anak dalam berprestasi. Berikut adalah faktor-faktor yang perlu diperhatikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTOR DARI DALAM DIRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesehatan&lt;br /&gt;Apabila kesehatan anak terganggu dengan sering sakit kepala, pilek, deman dan lain-lain, maka hal ini dapat membuat anak tidak bergairah untuk mau belajar. Secara psikologi, gangguan pikiran dan perasaan kecewa karena konflik juga dapat mempengaruhi proses belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intelegensi&lt;br /&gt;Faktor intelegensi dan bakat besar sekali pengaruhnya terhadap kemampuan belajar anak. Menurut Gardner dalam teori Multiple Intellegence, intelegensi memiliki tujuh dimensi yang semiotonom, yaitu linguistik, musik, matematik logis, visual spesial, kinestetik fisik, sosial interpersonal dan intrapersonal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minat dan motivasi&lt;br /&gt;Minat yang besar terhadap sesuatu terutama dalam belajar akan mengakibatkan proses belajar lebih mudah dilakukan. Motivasi merupakan dorongan agar anak mau melakukan sesuatu. Motivasi bisa berasal dari dalam diri anak ataupun dari luar lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara belajar&lt;br /&gt;Perlu untuk diperhatikan bagaimana teknik belajar, bagaimana bentuk catatan buku, pengaturan waktu belajar, tempat serta fasilitas belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTOR DARI LINGKUNGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga&lt;br /&gt;Situasi keluarga sangat berpengaruh pada keberhasilan anak. Pendidikan orangtua, status ekonomi, rumah, hubungan dengan orangtua dan saudara, bimbingan orangtua, dukungan orangtua, sangat mempengaruhi prestasi belajar anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah&lt;br /&gt;Tempat, gedung sekolah, kualitas guru, perangkat kelas, relasi teman sekolah, rasio jumlah murid per kelas, juga mempengaruhi anak dalam proses belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat&lt;br /&gt;Apabila masyarakat sekitar adalah masyarakat yang berpendidikan dan moral yang baik, terutama anak-anak mereka. Hal ini dapat sebagai pemicu anak untuk lebih giat belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan sekitar&lt;br /&gt;Bangunan rumah, suasana sekitar, keadaan lalu lintas dan iklim juga dapat mempengaruhi pencapaian tujuan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak faktor yang harus diperhatikan, tentu tidak ada situasi 100% yang dapat dilakukan secara keseluruhan dan sempurna. Tetapi berusaha untuk memenuhinya sesempurna mungkin bukanlah faktor yang mustahil untuk dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.psikologizone.com/faktor-yang-mempengaruhi-prestasi-belajar-anak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957709777341544480-4993382424299414579?l=ayahjundifadhil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/feeds/4993382424299414579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/faktor-yang-mempengaruhi-prestasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/4993382424299414579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/4993382424299414579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/faktor-yang-mempengaruhi-prestasi.html' title='Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Anak'/><author><name>Ayah Jundi dan Fadhil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14713542733122094567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Su-4c7uGtzI/AAAAAAAAAAY/95QOhx0p3T8/S220/Picture0001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2957709777341544480.post-6656447097983976367</id><published>2009-11-06T19:47:00.000-08:00</published><updated>2009-11-06T19:53:26.905-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Keyakinan Berbuah Gumati</title><content type='html'>Keyakinan Berbuah Gumati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan adalah kunci keberhasilan. Kata-kata itulah yang selalu ditanamkan Ganis Gumati Anandadin, 13 tahun yang lalu. Kala itu, saudaranya yang bermukim di Beos, Jakarta Kota, menawarinya untuk mendirikan “warteg” di daerah Bogor, karena wartegnya yang berada di Beos digusur. Tak pernah terpikirkan oleh ibu tiga anak itu untuk mendirikan warteg sebelumnya. Dengan modal keyakinan, akhirnya ia pun setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survey tempat pun dilakukan. Akhirnya mereka mendapatkan tempat yang lumayan bagus, di Universitas Pakuan Bogor. Sedikit demi sedikit, usahanya mengalami perkembangan. “Tujuh tahun kemudian, kami mencoba mengembangkan sayap dengan membuka “cafe” non alcohol. Namanya Gumati Café, terletak di Jalan Paledang, Bogor. Basisnya tetap pada makanan dan minuman,” ujar Alumnus ESQ Eksekutif angkatan 35 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahanya mengalami perkembangan pesat sampai akhirnya mereka mendirikan usaha yang sama namun dalam ukuran yang lebih besar. Desa Gumati namanya. Restoran ini berada di daerah Sentul, Bogor. Sama dengan yang terdahulu, bisnis ini pun berjalan cepat. “Gumati berasal dari bahasa Sunda. Artinya kasih sayang, hati-hati, teliti dan cinta,” kata anak pertama dari tiga bersaudara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berhenti sampai di situ, Ganis bersama suaminya, Mulyatma Soepardi mendirikan usaha yang lebih besar, pada 9 Juni 2006. Nebula (eks ESQ Magazine -red) sempat diundang untuk launching perdananya. “Yang paling berperan dalam usaha ini tentunya suami saya. Dialah yang paling gigih dengan usaha dan doanya, sehingga Gumati dapat seperti ini. Kami bersyukur, dengan segala kemurahanNya, Waroeng Gumati telah beroperasi,” tambah ibu tiga anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gumati selalu menampilkan nuansa yang berbeda di setiap cabangnya. Gumati Café khas dengan pemandangan Gunung Salak dan lembahnya. Desa Gumati bernuansa resor dan suara air sungai. Waroeng Gumati bernuansa Bali modern serta panorama bukit yang berada di daerah Ciawi, Puncak, Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang terakhir, tergolong cukup istimewa. Bangunannya didesain seperti arsitektur Bali. Gedung berlantai dua itu berada di dataran tinggi, sehingga pengunjung bisa melihat pemandangan indah. Di kejauhan, eloknya Gunung Geulis bisa dijadikan hiburan sekaligus renungan. “Apalagi malam hari, kita bisa melihat lampu-lampu di bawah sana. Ada orang yang bilang kalau warung ini kayak Las Vegas,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warung yang berada di pinggir jalan menuju Puncak itu mempekerjakan 50 orang karyawan. Waktu kerja terbagi menjadi dua shift. Ada pun menu yang mereka hidangkan selain masakan tradisional, adalah masakan Eropa dan Cina. “Meski baru dibuka, pengunjung warung ini selalu ramai,” kata lulusan FMIPA Universitas Pakuan, Bogor itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inilah buah dari keyakinan dan kepasrahan kepadaNya. Kami sadar tanpa izinNya usaha ini tidak dapat berjalan dengan baik dan berkembang. Puji syukur yang amat besar kepada Allah yang telah membukakan jalan dan kesempatan ini kepada keluarga kami. Karena kami sadar, kami tidak ada dasar keterampilan atau sekolah untuk usaha ini. Suami saya seorang notaris,” kata Ganis. (hanafi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tulisan ini dimuat di Majalah Nebula (eks ESQ Magazine) edisi cetak No. 20/Thn II/2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.esqway165.com/2009/10/30/keyakinan-berbuah-gumati/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957709777341544480-6656447097983976367?l=ayahjundifadhil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/feeds/6656447097983976367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/keyakinan-berbuah-gumati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/6656447097983976367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/6656447097983976367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/keyakinan-berbuah-gumati.html' title='Keyakinan Berbuah Gumati'/><author><name>Ayah Jundi dan Fadhil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14713542733122094567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Su-4c7uGtzI/AAAAAAAAAAY/95QOhx0p3T8/S220/Picture0001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2957709777341544480.post-8093127340944081289</id><published>2009-11-04T21:55:00.000-08:00</published><updated>2009-11-04T21:59:44.056-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Kurikulum 2010-211 Berbasis Kewirausahaan</title><content type='html'>Kurikulum 2010-211 Berbasis Kewirausahaan&lt;br /&gt;By Republika Newsroom&lt;br /&gt;Senin, 02 November 2009 pukul 11:26:00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA--Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) menyiapkan konsep kurikulum berbasis kewirausahaan yang rencananya mulai diterapkan pada tahun ajaran 2010-2011. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai rapat koordinasi menteri bidang kesejahteraan rakyat di Jakarta, Senin (2/11), Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh, mengatakan pihaknya akan menyelesaikan penyusunan kurikulum berbasis kewirausahaan tersebut dalam seratus hari pertama kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Program seratus hari kan November, Desember sampai Januari. Paling 'banter' awal Februari penyusunan konsep kurikulum entrepreneurship sudah dirampungkan sehingga diharapkan pada tahun ajaran baru sudah bisa melekat dalam kurikulum 2010-2011," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, dalam hal ini pihaknya tidak akan melakukan perubahan total terhadap pola kurikulum pendidikan yang selama ini sudah diterapkan namun hanya memasukkan substansi pendidikan kewirausahaan pada kurikulum pendidikan. Substansi kurikulum berbasis kewirausahaan, dia menjelaskan, pada dasarnya adalah pembentukan karakter kewirausahaan pada peserta didik termasuk rasa ingin tahu, fleksibilitas berfikir, kreatifitas, dan kemampuan berinovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang pertama harus dibentuk adalah 'flexibility thinking' karena ini yang akan dorong kreatifitas. Orang tidak akan kreatif kalau pikirannya kaku," katanya. Ia menambahkan, kreatifitas dan daya inovasi tidak akan tumbuh kalau model pemikiran yang dibentuk sekolah-sekolah adalah model pemikiran yang kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut dia menjelaskan, substansi kurikulum berbasis kewirausahaan selanjutnya akan menjadi bagian materi pelajaran pada setiap jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi. Bentuk materi kewirausahaan akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu bisa masuk ke mata pelajaran, disebar, atau ditarik jadi mata pelajaran sendiri. Tapi ini masih harus dihitung dulu supaya sesuai dengan batas maksimum dari waktu belajar yang harus ditanggung siswa," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Nuh mengatakan, pemerintah akan memberikan pelatihan pendidikan kewirausahaan kepada para guru dan dosen untuk mendukung penerapan kurikulum berbasis kewirausahaan pada semua jenjang pendidikan. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengatakan, untuk perguruan tinggi penerapan kurikulum berbasis kewirausahaan antara lain dilakukan dengan menjadikan materi kewirausahan sebagai mata kuliah pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau sebelumnya hanya ada di Fakultas Ekonomi, nanti akan jadi mata kuliah pilihan. Jadi semua yang berminat bisa mengambil mata kuliah ini," katanya. Ia menambahkan, materis kewirausahaan juga akan masuk dalam program kurikuler dan ekstrakuler mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah, kata dia, mendukung kegiatan itu dengan membangun pusat-pusat kewirausahaan mahasiswa dan pelatihan kewirausahaan bagi mahasiswa dan dosen yang diselenggarakan bekerja sama dengan perusahaan swasta dan badan usaha milik negara. ant/taq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;http://www.republika.co.id/berita/86467/Kurikulum_2010_211_Berbasis_Kewirausahaan&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957709777341544480-8093127340944081289?l=ayahjundifadhil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/feeds/8093127340944081289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/kurikulum-2010-211-berbasis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/8093127340944081289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/8093127340944081289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/kurikulum-2010-211-berbasis.html' title='Kurikulum 2010-211 Berbasis Kewirausahaan'/><author><name>Ayah Jundi dan Fadhil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14713542733122094567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Su-4c7uGtzI/AAAAAAAAAAY/95QOhx0p3T8/S220/Picture0001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2957709777341544480.post-7107536350514427841</id><published>2009-11-04T21:35:00.000-08:00</published><updated>2009-11-04T21:45:02.834-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto'/><title type='text'>Perumahan SMA 1 Tunjungan Blora</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJlr9pSNFI/AAAAAAAAADA/uojU77h3tvU/s1600-h/S6003064.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJlr9pSNFI/AAAAAAAAADA/uojU77h3tvU/s200/S6003064.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400490709127148626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJlrZKKgBI/AAAAAAAAAC4/_XLVraUaHEU/s1600-h/S6003067.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJlrZKKgBI/AAAAAAAAAC4/_XLVraUaHEU/s200/S6003067.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400490699332943890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJlrGHeodI/AAAAAAAAACw/cQ8a8YGnhFM/s1600-h/S6003059.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJlrGHeodI/AAAAAAAAACw/cQ8a8YGnhFM/s200/S6003059.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400490694221406674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJlqg4g1TI/AAAAAAAAACo/llmYygzE5zM/s1600-h/S6003055.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJlqg4g1TI/AAAAAAAAACo/llmYygzE5zM/s200/S6003055.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400490684226524466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957709777341544480-7107536350514427841?l=ayahjundifadhil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/feeds/7107536350514427841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/perumahan-sma-1-tunjungan-blora.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/7107536350514427841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/7107536350514427841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/perumahan-sma-1-tunjungan-blora.html' title='Perumahan SMA 1 Tunjungan Blora'/><author><name>Ayah Jundi dan Fadhil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14713542733122094567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Su-4c7uGtzI/AAAAAAAAAAY/95QOhx0p3T8/S220/Picture0001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJlr9pSNFI/AAAAAAAAADA/uojU77h3tvU/s72-c/S6003064.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2957709777341544480.post-4841705054283195762</id><published>2009-11-04T21:16:00.001-08:00</published><updated>2009-11-04T21:23:56.509-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto'/><title type='text'>Rekreasi SMK Muhammadiyah I Blora</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJgZlbHEgI/AAAAAAAAACg/gUOd-OJJjvg/s1600-h/IMG_0056.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJgZlbHEgI/AAAAAAAAACg/gUOd-OJJjvg/s200/IMG_0056.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400484895829463554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJgZONW0bI/AAAAAAAAACY/8bVD4Bm16N8/s1600-h/IMG_0044.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJgZONW0bI/AAAAAAAAACY/8bVD4Bm16N8/s200/IMG_0044.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400484889597759922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJgYi3k7nI/AAAAAAAAACQ/zUUmcPojwUE/s1600-h/IMG_0040.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJgYi3k7nI/AAAAAAAAACQ/zUUmcPojwUE/s200/IMG_0040.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400484877963685490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJgYYIpC1I/AAAAAAAAACI/Yz-kaK0tTC0/s1600-h/IMG_0009.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJgYYIpC1I/AAAAAAAAACI/Yz-kaK0tTC0/s200/IMG_0009.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400484875082468178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957709777341544480-4841705054283195762?l=ayahjundifadhil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/feeds/4841705054283195762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/rekreasi-smk-muhammadiyah-i-blora_04.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/4841705054283195762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/4841705054283195762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/rekreasi-smk-muhammadiyah-i-blora_04.html' title='Rekreasi SMK Muhammadiyah I Blora'/><author><name>Ayah Jundi dan Fadhil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14713542733122094567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Su-4c7uGtzI/AAAAAAAAAAY/95QOhx0p3T8/S220/Picture0001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJgZlbHEgI/AAAAAAAAACg/gUOd-OJJjvg/s72-c/IMG_0056.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2957709777341544480.post-2892610812200546082</id><published>2009-11-04T21:11:00.000-08:00</published><updated>2009-11-04T21:15:40.275-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto'/><title type='text'>Gelar Seni PAUD Permata Mulia Blora</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJfJkER1hI/AAAAAAAAACA/sr0_yGTkryg/s1600-h/S3020532.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJfJkER1hI/AAAAAAAAACA/sr0_yGTkryg/s200/S3020532.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400483521075729938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJfJRYiTAI/AAAAAAAAAB4/SKvo-Op7TvQ/s1600-h/S3020531.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJfJRYiTAI/AAAAAAAAAB4/SKvo-Op7TvQ/s200/S3020531.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400483516060421122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJfIxH25JI/AAAAAAAAABw/i8S74qeO5PI/s1600-h/S3020530.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJfIxH25JI/AAAAAAAAABw/i8S74qeO5PI/s200/S3020530.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400483507400533138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957709777341544480-2892610812200546082?l=ayahjundifadhil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/feeds/2892610812200546082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/gelar-seni-paud-permata-mulia-blora.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/2892610812200546082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/2892610812200546082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/gelar-seni-paud-permata-mulia-blora.html' title='Gelar Seni PAUD Permata Mulia Blora'/><author><name>Ayah Jundi dan Fadhil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14713542733122094567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Su-4c7uGtzI/AAAAAAAAAAY/95QOhx0p3T8/S220/Picture0001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/SvJfJkER1hI/AAAAAAAAACA/sr0_yGTkryg/s72-c/S3020532.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2957709777341544480.post-5945024584983995340</id><published>2009-11-04T19:49:00.000-08:00</published><updated>2009-11-04T19:51:44.404-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Satire</title><content type='html'>Satire &lt;br /&gt;Senin, 02 November 2009 07:34 Chairul Akhmad &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa 20 Oktober 2009, hari ‘bersejarah’ kedua bagi pria yang karib disapa SBY itu. Ia kembali menduduki jabatan politik tertinggi negeri yang di masa silam kerap disebut Zamrud Katulistiwa, berjargon gemah ripah loh jinawi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berbeda dalam pelantikan kedua sang presiden kali ini, ia disambut sebuah konser musik secara live. Dari sebuah pojok gedung DPR/MPR RI bermartabat itu, mengalun dendang irama yang menghibur, ditingkahi gelak tawa sang host. Gedung ‘angker’ tempat para wakil rakyat bersidang seakan jembar dalam keceriaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahsyat –begitulah judul konser ini– seolah membawa kedahsyatan baru dalam dunia politik Indonesia sejak ia pertama kali menghirup kemerdekaan. Ibu-ibu bergoyang, para politisi –kebanyakan wajah baru– tak kalah, menikmati suasana baru dengan sumringah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentas musik dan politik yang ditempatkan sebagian kalangan pada dua kutub ekstrim, bisa melebur dalam sebuah seremoni bersejarah. Pentas yang kembali mengulang lakon lima tahun silam, dimana SBY menjabat kali pertama sebagai presiden. Pelantikan kedua ini seakan lebih megah, meriah dan bermartabat. Kian hidup dengan konser musik yang mengiringinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana di belahan dunia lain, di negeri ini ajang politik dan musik memang sulit dipisahkan. Terutama menjelang terjadinya peralihan kekuasaan yang ditandai dengan pemilihan umum. Ajang kampanye partai politik tak lepas dari konser musik. Mereka bersenyawa dalam satu fragmen yang memikat massa. Musik dapat menjadi kekuatan yang membentuk opini politik, bahkan kekuatan politik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, ruang-ruang yang hendak dimasuki musik tidak lagi terkungkung dalam sebuah matra yang absolut. Ia merambah segala tempat dimana ia bisa hidup dan dihidupkan; hingga ke ruang sidang yang terhormat itu. “The music is great and it's a great political satire,” ujar Joy Allain, si dramawan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik memang anggun dan indah, namun juga mengandung satire. Dan satire politik yang terjadi di Senayan, Selasa pagi itu, adalah sebuah ‘kemajuan’ bagi bangsa ini karena mampu mendobrak kejumudan yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, sebagai rakyat, kita berharap kemegahan dan kemewahan yang ditampilkan dalam pelantikan sang presiden untuk kedua kalinya itu akan membawa perubahan nyata bagi perjalanan bangsa ke depan. Tidak hanya sekedar satire politik dan kemenangan utopis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;http://www.sabili.co.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=955:satire&amp;catid=45:tafakur&amp;Itemid=163&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957709777341544480-5945024584983995340?l=ayahjundifadhil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/feeds/5945024584983995340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/satire.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/5945024584983995340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/5945024584983995340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/satire.html' title='Satire'/><author><name>Ayah Jundi dan Fadhil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14713542733122094567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Su-4c7uGtzI/AAAAAAAAAAY/95QOhx0p3T8/S220/Picture0001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2957709777341544480.post-6518030732608374979</id><published>2009-11-03T20:03:00.000-08:00</published><updated>2009-11-03T20:05:25.371-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Pendidikan dan Pemerdekaan</title><content type='html'>Friday, 08 August 2008 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendirikan Taman Siswa pada 3 Juli 1922, Ki Hadjar Dewantara sesungguhnya hanya ingin menumbuhkan kesadaran bahwa bangsa ini memiliki martabat dan harapan untuk menjadi manusia merdeka. Hasilnya, kesadaran sebagai bangsa yang bermartabat dan berkeinginan untuk merdeka pun tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh TONNY D W1DIASTONO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Hadjar meyakini, penyadaran melalui lembaga pendidikan adalah usahayang manjur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya itu pula yang digaungkan kembali oleh Paulo Frerre, pendidik multikultural melalui karyanya Pendidikan sebagai Praktek Pembebasan, tahun 1984. Meski sudah diawali oleh Ki Hadjar DewanaWa 86 tahun lalu dan digaungkan? kembali oleh Freire lebih dari 25 tahun lalu, ternyata upaya penyadaran dan pemerdekaan melalui pendidikan justru kian jauh dari kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai masalah yang melingkupi dunia pendidikan kita, alih-alih bisa memer dekakan peserta didik, yang terjadi justru membelenggu atau memenjarakan siswa. Selama pendidikan yang seharusnya bermakna luas itu hanya dipahami sebagai proses formal, se-kadar proses alih pengetahuan, selama itu pula berbagai hal yang seharusnya menjadi penyadaran akan terus terganggu pelaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah sertifikasi guru, keinginan membalik rasio pendidikan kejuruan dan SMA, danmasalah buku yang bisa diunduh dari internet hanya sekadar contoh dari berbagai persoalan pendidikan Indonesia yang memang membelenggu. Belum lagi biaya pendidikan yang terasa kian mahal dan hampir tak terjangkau rakyat miskin. Pada jenjang pendidikan tinggi, sejumlah perguruan tinggi negeri berubah menjadi badan hukum milik negara. Perubahan ini mendorong lembaga-lembaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pendidikan, yang seharusnya melahirkan manusia-manusia terpelajar, justru terbelenggu dengan upaya mencari uang se-kaJigus menjauhkan diri dari masyarakat yang seharusnya dilayani Maka, impian untuk mendapatkan pendidikan yang murah dan baik untuk sementara dipendam dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu. Yang menyedihkan, cara mendidik dengan memberikan berbagai macam informasi membuat peserta didik tak lebih dari kantong besar yang harus diisi penuh, tak peduli apakah itu berguna atau tidak. Dalam istilah Freire, itulah "pendidikan berkonsep menabung". Peserta didik tak pernah diajak berpikir kritis, tak didorong untuk memecahkan masalah, dan tak dilatih untuk berani mengungkapkan pendapat secara wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun belum menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya, masyarakat tetap menaruh harapan besar terhadap lembaga pendidikan. Banyak orangtua berpendapat, anak-anak harus bersekolah agar nasib mereka menjadi lebih baik daripada yang dialami orangtua mereka. Pendidikan lalu diyakini sebagai lembaga yang diharapkan mampu mengubah nasib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tidak mengherankan bila banyak orangtua berupaya menyekolahkan anaknya setinggi mungkin. Apa pun yang dimiliki dipertaruhkan agaranak-anaknya bisa bersekolah. Banyak petard di pedesaan harus membanting tulang agar bisa menyekolahkan anaknya. Bahkan, dulu sering terjadi, petani terpaksa menggadaikan sawah gantungan hidup keluarga agar anak-anaknya bisa bersekolah. Tak hanya itu, di kawasan Bantul (Daerah Istimewa Yogyakarta) dulu pernah terjadi, petani terpaksa membawa sapi atau kerbaunya ke sekolah. Selama "sekolah", sapi atau kerbau itu istirahat dari tugas membajak sawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perkotaan, pegadaian merupakan dewa penolong. Untuk sementara, pegadaian menjadi "sekolah" bagi sertifikat rumah, perhiasan, motor, mobil, atau apa pun yang dimiliki keluarga agar anak-anak benar-benar bisa bersekolah. Pendidikan benar-benar dianggap sebagai tempat yang aman untuk memperbaiki nasib dan membangun masa depan. Namun, benarkah pendidikan memberikan apa yang diharapkan masyarakat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua paham, harapan tinggal harapan. Kenyataannya, pendidikan belum mampu memenuhi harapan masyarakat, bahkan untuk hal-hal yang paling dasar sekalipun, seperti rasa aman. Kita sering mendengar, anak-anak justru mengalami kekerasan ketika berada di sekolah. Komisi Nasional Perlindungan Anak mencatat, selama tahun 2007 kekerasan terhadap anak meningkat 300 persen dari tahun sebelumnya, dari 4.398.625 kasus menjadi 13.447.921 kasus tahun 2008 CSekolah Bukan Tempat Amanbagi Anak", Kompas, 23/7/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kenyataan ini, kian sulit untuk mengatakan bahwa pendidikan telah melakukan tugasnya sebagai wahana penyadaran diri sekaligus tempat membangun masa depan yang aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan dan masifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulo Freire menyatakan, pembangunan ekonomi merupakan hal esensial guna menunjang demokrasi. Pembangunan sendiri harus bersifat otonom dan nasional. Para pendidik diharapkan ikut berpartisipasi dan andil dalam melahirkan pendidikan kritis. Dari pendidikan kritis ini diharapkan mampu membantu terbentuknya sikap-sikap kritis. Dari hal inilah diharapkan lahir manusia yang mampu mengembangkan kemampuannya untuk melihat aneka tantangan dari zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, situasi menuntut agar pendidikan mampu melahirkan manusia yang berani membicarakan berbagai masalah lingkungan ikut menangani lingkungannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan juga diharapkan mampu mengingatkan manusia dari bahaya zaman sekaligus memberi kekuatan untuk menghadapinya. Dengan demikian, pendidikan bukan lagi menjadi lembaga yang membuat akal kita menyerah dan patuh pada keputusan-keputusan orang lain. Bila ini dijalankan dengan baik, itu berarti pendidikan telah melakukan proses humanisasi Namun, sudahkah pendidikan membuat kita menjadi manusia merdeka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;http://www.sfeduresearch.org/content/view/348/77/lang,id/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957709777341544480-6518030732608374979?l=ayahjundifadhil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/feeds/6518030732608374979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/pendidikan-dan-pemerdekaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/6518030732608374979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/6518030732608374979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/pendidikan-dan-pemerdekaan.html' title='Pendidikan dan Pemerdekaan'/><author><name>Ayah Jundi dan Fadhil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14713542733122094567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Su-4c7uGtzI/AAAAAAAAAAY/95QOhx0p3T8/S220/Picture0001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2957709777341544480.post-8355613014824112604</id><published>2009-11-02T21:01:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T21:07:47.253-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Anugerah Allah yang Terindah   Selasa, 03 November 2009 04:03</title><content type='html'>Melakukan perjalanan umrah di saat Ramadhan, sungguh tidak pernah saya bayangkan. Apalagi ditambah dengan menyambangi Masjidil Aqsha dan bertemu saudara seiman. Benar-benar perjalanan yang menggetarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Nuryalestri Handayani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergi ke Baitullah merupakan keinginan setiap Muslim, khususnya untuk menyempurnakan rukun Islam ke lima.  Begitu pula dengan saya. Tapi kali ini kepergian saya tidak ada rencana sebelumnya. Satu bulan sebelum pemberangkatan saya fokus pada kesehatan bapak mertua yang tiba-tiba terkena serangan stroke. Dan pada akhirnya Allah lebih sayang kepadanya sehingga tepat tanggal 30 Juli 2009 beliau meninggal dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal Agustus setelah saya kembali dari kampung halaman, saya kembali bekerja seperti biasa. Tapi tiba-tiba, pimpinan ditempat saya bekerja memanggil dan menanyakan apakah saya ingin umrah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah sebuah penawaran yang tidak terduga. Alhamdullillah suami meridhai untuk saya melaksanakan ibadah Umroh di bulan Ramadhan. Sujud syukur tidak lupa saya lakukan. Saya mempunyai waktu untuk pesiapan administrasi hanya beberapa hari saja. Bismillah dengan tekad yang bulat saya coba. Singkat cerita, meski dengan proses yang tidak mudah, urusan administrasi selesai juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah proses administrasi umrah selesai, ternyata ujian belum usai. Karena umrah ini berlanjut dengan perjalanan menuju Masjidil Aqsha, visa dari Israel belum bisa didapatkan. Salah satu sebabnya, visa tak bisa diurus dari Indonesia karena tak punya hubungan diplomatik dengan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sepekan sebelum pemberangkatan, KBIH Al Fatah memberi informais bahwa jadwal pemberangkatan 31 Agustus 2009. Rombongan berangkat dengan transit di Bangkok. Bandara international di Bangkok ini megah sekali dengan berbagai fasilitas yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 September pukul 00.30 waktu Bangkok kami melakukan perjalanan ke Amman. Kali ini jenis pesawat yang dipergunakan lebih besar. Kami makan sahur di pesawat dilanjutkan dengan shalat subuh berjamaah. Pesawat mendarat pukul 05.00 waktu Jordan. Selanjutnya kami akan melanjutkan perjalanan ke Jeddah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 19.30 pesawat lepas landas menuju Jeddah. Hari ini kali pertama saya merasakan puasa selama 16 jam, berbeda dengan di Indonesia hanya 13 jam. Kami berbuka puasa di pesawat.  Sampai Jeddah pukul 23.00, selanjutnya dengan menggunakan bis kami menuju Madinah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Nabawai dan Raudhah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya datang ke masjid yang mulia ini, sebelum masuk waktu Subuh, sehingga masih sempat mendirikan shalat lail. Adzan Subuh berkumandang, jamaah semakin memadati Masjid Nabawi. Shalat terasa khusyuk sekali mendengarkan imam masjid memimpin shalat Subuh.Walaupun Ayat yang dibaca panjang tidak terasa lama. Saya ingin sekali shalat di Raudhah yang disebut sebagai Taman Surga. Dari Abdullah bin Zaid bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Antara rumahku dengan mimbarku ada satu taman dari sekian banyak taman surga.”  Di sana saya melakukan shalat dua rakaat. Hari itu, saya menghabiskan waktu untuk i’tikaf di Masjid Nabawi dengan memperbanyak ibadah sampai waktu berbuka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana ba’da shalat Ashar di Masjid Nabawi ramai sekali. Para Askar mengelarkan plastik putih di antara shaff. Jamaah duduk saling berhadapan. Sajian menu buka puasa adalah kurma, roti arab, yogurt, air mineral, air zam-zam dan ada pula air rasa jahe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lidah Indonesia ini tidak bisa kompromi. Akhirnya yang di makan beberapa butir kurma didorong dengan air zamzam. Terasa sebuah persaudaraan yang indah sekali. Suasana  yang menyenangkan dapat berbuka puasa bersama dengan saudara seimaan di masjid nabi yang mulia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba'da shalat Isya, kami melakukan tarawih sebanyak 23 rakaat. Shalat tarawih di di Masjid Nabawi terasa berat karena harus menahan rasa ngantuk. Maklum, perbedaan waktu dengan Indonesia sekitar empat jam. Kami tinggal di Madinah selama tiga hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum'at, 4 September 2009. Ba'da shalat Jumat rombongan kami berkemas-kemas untuk melanjutkan perjalanan ke Makkah guna melaksanakan umrah.&lt;br /&gt;Ketika sampai Masjidil Haram, kami langsung mennuju Hotel untuk menyimpan barang sesuai dengan pembagian kamar. Di Masjidil Haram kami masuk melalui pintu Babusalam. Saya takjub sampai menitikan airmata ketika saya menyaksikan Ka`bah (Baitullah) dari dekat. Antara percaya dan tidak, saya bisa melihat langsung kiblat kaum Muslim di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbuka puasa di Masjidil Haram tidak jauh berbeda dengan berbuka di Masjid Nabawi. Menu yang diberikan satu paket kurma dan air zamzam serta teh Arab.&lt;br /&gt;Shalat tarawih dilaksanakan 20.45 setelah shalat Isya, sebanyak 23 rakaat termasuk witir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Masjidil Haram selalu memberi aba-aba saat selesai delapan rakaat, akan diselingi shalat mayit dan biasanya imam akan berganti pada rakaat ke-10. Doa qunut yang dibacakan imam, terasa mengharukan. Hampir seluruh jamaah meneteskan air mata karena begitu meresap ke kalbu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami di Makkah selama tiga hari, selain melaksanakan ibadah Umroh kami melakukan ziarah, diantaranya ke Jabbal Tsur dan Padang Arafah.&lt;br /&gt;Kemudian saya masuk ke dalam masjid untuk beri’tikaf sampai menjelang waktu berbuka. Saat istirahat menjelang shalat ashar, tiba-tiba di sebelah kanan saya tas mukena yang hilang waktu dzuhur dan sudah saya cari-cari seolah-olah muncul tiba-tiba. Subhanah, saya sampai memekikkan kalimat tasbih. Maha Suci Allah dengan segala kebesaran-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju Masjid al Aqsha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 7 September 2009 pukul 02.30 rombongan menuju bandara King Abdul Aziz, Jeddah guna melanjutkan perjalan ke Masjid Al Aqsha di Palestina melalui Jordan. Dari perbatasan Jordan, kami melanjutkan perjalanan ke perbatasan Jordan dan Israel menggunakan bis. Di sepanjang perjalanan menuju perbatasan Jordan-Israel, tampak pepohonan Zaitun yang berjejer teratur. Buah Zaitun dan minyak Zaitun ini memang merupakan trade mark hasil pertanian utama Jordan yang diekspor ke manca negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan rombongan harus menjalani pemeriksaan di sejumlah check point yang tersebar di perbatasan Jordan, perbatasan Allenby Bridge, dan Jembatan King Husein. Saat di imigrasi Israel, kami melewati beberapa kali pemeriksaan tentara Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami diperiksa dengan mengunakan X-Ray. Semua badan saya diperiksa, isi pakaian, dompet, HP, dan semacamnya dikeluarkan. Passport saya bersama empat jamaah Umrah Farfaza ditahan seorang tentara wanita. Kemudian pimpinan rombongan ditanya maksud dan tujuannya datang ke Israel.&lt;br /&gt;Akhirnya kami semua diperbolehkan pindah ke pemeriksaan berikutnya. Kali ini, untuk pemeriksaan pasport. Saat antri enam orang di antara kami, termasuk saya mesti ditahan kembali. “Biasa, yang muda-muda sering ditahan,” kata Ustadz Yakhsayallah Mansyur, pimpinan rombongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan dan gambar yang berada di dinding, “Israel Terbuka untuk Semua”, tampaknya cuma sekadar slogan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menunggu selama tiga jam, dua orang tentara Israel wanita dan pria sambil memegang senjata meminta formulir yang telah diisi. Rombongan yang lolos pemeriksaan ternyata juga dilakukan pengecekan, yaitu di foto ulang diruang tunggu mereka dipanggil satu persatu untuk rekam dua sidik jari telunjuk. Sungguh ujian kesabaran. Allahu Akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari semua pemeriksaan kami menuju kota Ramallah, Tepi Barat. Jaraknya 10 km sisi Utara dari kota Jerusalem. Kami menginap satu malam. Melakukan aktivitas buka puasa, shalat dan sahur di hotel. Baru pada shalat subuh kami berkesempatan melakukan shalat di masjid dekat hotel. Sepanjang jalan menuju masjid terasa sepi sekali, tidak ada seramai suasana seperti di Indonesia.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah di halaman Masjid banyak kendaraaan karena mereka berangkat  sholat kebanyakan menggunakan kendaraan pribadi di bandingkan jalan kaki. Sehingga di jalan-jalan terasa sepi sekali, suasana Ramadhan tidak nampak seperti di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai masjid, kami melihat banyak kendaraan diparkir di sana. Jamaah pria dan wanita masuk dari pintu yang berbeda. Tapi saya tidak melihat usia muda yang hadir. Mungkin karena faktor keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memperkenalkan diri dari Indonesia sebagai saudara seiman. Kehadiran kami disambut gembira. Banyak hal yang kami bicarakan, mereka bingung, bagaimana kami bias membaca al Qur’an tetapi tidak bisa bahasa Arab. Penduduk Palestina, ramah-ramah, sangat respon dengan pembicaraan kami. Di akhir pertemuan kami saling berpelukan. Mereka senang sekali mendengar kami akan ke al Aqsha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, dengan rasa haru apa yang kami inginkan dapat terwujud.  Akhirnya kami dapat masuk ke Masjid Al Aqsha di al Quds. Pintu gerbang masjid dijaga oleh tentara-tentara Israel. Belum pernah kami merasakan masuk ke sebuah masjid dengan pengawasaan seketat ini. Tentara Israel menanyakan agama kami. “Apakah Anda Muslim?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang aneh, tentu saja kami Muslim. Rasa haru membuncah karena kami dapat mendirikan shalat di Masjidil Aqsha. “Shalat di Masjid Al-Haram sama dengan 100.000 shalat di masjid lainya, dan shalat di masjidku (Masjid Nabawi) sama dengan 1.000 shalat di masjid lainya, dan shalat di Masjid Al Aqsha sama dengan 500 shalat di masjid lainya”. (HR Ath-Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjidil Aqsha luasnya 142 hektar, areal yang dikelilingi pagar yang terletak di dalam pagar Al-Quds di sebelah Timur dan Selatannya. Halaman masjid ditanami pohon Zaitun. Orang yang memasuki masjid ini melakukan tahiyatul masjid di sebelah mana saja sepanjang berada di sekeliling tembok. Baik di samping pohon, di dalam Kubbah Emas (Qubbah ash Shakhra) sedangkan untuk jamaah wanita di dalam bangunan masjid al-Aqsha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbarengan dengan kami, banyak wisatawan yang datang ke masjid Al Aqsha.&lt;br /&gt;Masjidil Aqsha bukanlah masjid berkubah emas yang sering kita lihat. Sedangkan masjid berkubah emas namanya Qubah ash Shakhra yang dibangun oleh Sayyidina Umar ra. Yahudi sengaja membangun imej yang salah tentang Masjidil Aqsha. Mereka sengaja menjadikan kubah emas lebih tenar dan dikenal di kalangan masyarakat Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi hotel kami sangat jauh sekali dari Masjidil Aqsha. Kami harus berjalan melalui lorong-lorong perumahan penduduk Palestina sekitar 10 menit lamanya. Walaupun jarak yang ditempuh jauh, tidak menyurutkan semangat kami untuk melaksanakan shalat tarawih berjamaah di masjid Al Aqsha. Kami berangkat ke al Aqsha untuk shalat tarawih setelah buka puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lorong-lorong menuju masjid Al Aqsha dipenuhi dengan lampu yang kelap-kelip. Kami menjumpai beberapa anak Palestina sedang berlari-larian, para pemuda yang duduk-duduk di sepanjang jalan. Kami cukup heran, mengapa mereka tidak bergegas untuk berangkat ke masjid dan memakmurkannya selama Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Srategi Israel, kaum muda dicekoki dengan hiburan-hiburan yang membuat mereka makin gandrung.  Sehingga al Aqsa hanya menjerit dalam kesepian karena telinga, mata, dan hati kaum Muslimin telah demikian tertutup oleh gebyar-gebyar dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara mereka yang hendak shalat, diawasi dengan sangat ketat. Banyak penangkapan kaum Muslimin yang dianggap aktivis masjid ataupun aktif di kegiatan keagamaan. Banyak mahasiswa Islam yang kuliah di perguruan tinggi di bidang syariah dan ushuluddin di Jerusalem yang kesulitan biaya dan dipecat dari pekerjaan akibat berbagai tekanan dan intimidasi Israel.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat berjamaah di masjid hanya dihadiri segelintir orang tua yang rumahnya berdekatan dengan masjid. Meski demikian, di malam hari berbondong-bondongnya orang pergi shalat tarawih. Membuat hati saya tergetar menyaksikan pemandangan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami hadir, halaman Masjidil Asha sudah dipenuhi banyak jamaah. Hembusan angin cukup kencang. Kami memilih untuk shalat di dalam masjid, kebetulan untuk jamaah wanita ada di dalam masjid Kubah Emas. Suasana di dalam masjid cukup ramai pula, mereka menunggu shalat sambil bertadarus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebayakan kaum wanita di sana menggunakan abaya hitam. Mereka tidak mengunakan mukena sebagaimana asal Indonesia. Setelah mereka mengetahui asal kami, dan niat kami berkunjung ke al Aqsha, mereka senang sekali, menyambut. Malahan ada yang merangkul kami dengan erat. Sungguh kebahagiaan yang tak ternilai, dipersatukan dengan akidah. Iqamat dikumandangkan, shalat dimulai. Bacaan imam shalat sangat indah, meningkatkan kekhusyukan. Membuat air mata berderai-derai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya masuk masuk Masjidil Aqsha yang susah, memasuki Masjid Hebron juga tak kurang peliknya. Untuk masuk ke dalam masjid  sungguh tidak mudah. Banyak tentara Israel yang berjaga-jaga di sana. Kami masuk melewati alat sensor. Akhirnya kami dapat masuk ke dalam masjid ada makam Nabi Ibrahim AS. Selain itu ada juga Makam Nabi Ishaq dan makam Sarah. Di bawah masjid itu, sebenarnya banyak makam para Nabi, tapi oleh Israel ditutup. Masjid Hebron di bagi menjadi dua, sebagian milik orang Islam, sebagian milik orang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan yang mengharukan, sekaligus meningkatkan keimanan. Semoga Allah senantiasa mengikat hati kaum Muslimin di mana saja, untuk selalu saling bertautan. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.sabili.co.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=961:anugerah-allah-yang-terindah&amp;catid=85:lintas-dunia&amp;Itemid=284&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2957709777341544480-8355613014824112604?l=ayahjundifadhil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/feeds/8355613014824112604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/anugerah-allah-yang-terindah-selasa-03.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/8355613014824112604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2957709777341544480/posts/default/8355613014824112604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayahjundifadhil.blogspot.com/2009/11/anugerah-allah-yang-terindah-selasa-03.html' title='Anugerah Allah yang Terindah   Selasa, 03 November 2009 04:03'/><author><name>Ayah Jundi dan Fadhil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14713542733122094567</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_uksacEpP56w/Su-4c7uGtzI/AAAAAAAAAAY/95QOhx0p3T8/S220/Picture0001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
